Dampak Buruk Asap Kendaraan Bermotor - Asap kendaraan yang kaya
timah hitam tak hanya membuat paru-paru gosong dan fungsi jantung rewel,
melainkan juga menjadi biang menurunnya tingkat kecerdasan. Menurut
Dokter Jamal Hisham Hashim, seperti dikutip Koran The Straits Times,
edisi akhir bulan silam, tingginya kadar timah hitam dalam darah bisa
mempengaruhi fungsi saraf dalam menangkap kejadian di sekitarnya. "Racun
timah hitam bisa membuat IQ (intelligence quotient) anak-anak menjadi
rendah," ujar peneliti di Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran, Universitas Kebangsaan Malaysia, tersebut.
Ucapan Jamal bukan tanpa alasan. Ia membuktikan lewat hasil penelitian
terhadap 400 siswa di empat sekolah dasar di Kuala Lumpur dan Trengganu.
Dalam studi yang berlangsung pada 2010 tersebut, ia memilah empat
sekolah itu menjadi dua bagian: yang berdekatan dan yang berjauhan dari
jalan raya. Jamal memperhatikan kedekatan sekolah dengan jalan raya,
karena udara di jalan raya kaya dengan kandungan bahan berbahaya timah
hitam. Logam berat itu bersenyawa dengan TEL (tetra ethyl lead) sebagai
campuran bahan bakar bensin untuk menaikkan angka oktan -yang penting
untuk menghindari bunyi mesin mobil yang mengklitik.
Hasil
pemeriksaan itu menunjukkan, kandungan timah hitam dalam darah anak-anak
sekolah yang berdekatan dengan jalan raya di Kuala Lumpur lebih dari 6
mikrogram per desiliter. Angka ter- sebut dua kali lebih tinggi
dibandingkan dengan hasil penelitan pada pelajar sekolah yang jauh
dengan jalan raya di kota yang sama. Sementara itu, kondisi di Trengganu
malah lebih parah. Darah siswa yang sekolahnya di pinggir jalan raya
mengandung timah hitam di atas 10 mikrogram per desiliter. Sedangkan
darah murid dari sekolah yang berjarak 500 meter dari jalan raya
rata-rata mengandung timah hitam jauh di bawah angka itu.
Lalu
Jamal dan koleganya mengukur tingkat kecerdasan anak-anak itu. Para
siswa tersebut harus mengikuti tes IQ, misalnya tes verbal dan kecepatan
daya tangkap yang umumnya dipakai para peneliti. Dari situ bisa didapat
angka yang menggambarkan ting- kat kecerdasan seseorang. Hasilnya:
anak-anak yang sekolahnya berdekatan dengan jalan raya mempunyai tingkat
kecerdasan, keterampilan, dan koordinasi anggota badan yang lebih
rendah ketimbang anak-anak yang jauh dari jalan raya. Namun Jamal tak
menyebutkan angka pastinya. "Sepintas anak itu tak menunjukkan terkena penyakit yang disebabkan timah hitam tersebut," ujarnya.
Jamal
menduga kebiasaan anak kecil untuk memasukkan tangan dan benda apa saja
ke mulutnya sebagai biang tingginya kadar timah hitam dalam darah.
Mereka tak merasakan bahwa di tangan mereka telah menempel bahan kimia
beracun. Selain itu, tinggi tubuh anak-anak pada umumnya mendekati
posisi pipa knalpot kendaraan bermotor. Lebih parah lagi, logam berat
tidak bisa terbang tinggi di udara.
Semua itu memungkinkan
anak-anak lebih banyak menyantap udara yang terkontaminasi tersebut,
baik lewat tangan, benda yang dimasukkan ke mulut, maupun udara yang
dihirup. Sistem kekebalan anak-anak masih lemah dibandingkan dengan
orang dewasa, sehingga racun yang masuk ke tubuh mereka lebih cepat
bereaksi dalam darah. Untuk itu Jamal menganjurkan, sekolah yang dekat
dengan keributan jalan raya sebaiknya dipindahkan. Pengaruh timah hitam
terhadap kemampuan otak ini bisa jadi benar. Caranya? Bahan beracun ini
masuk ke sistem pernapasan, kemudian bercampur dengan darah, lalu darah
yang sudah terkontaminasi ini mengalir ke seluruh tubuh -termasuk sistem
saraf. Maka ada kemungkinan, oksigen yang biasanya berfungsi memberi
makan kepada saraf juga teracuni. Akibatnya, kecerdasan pun mengalami
penurunan.
Profesor Umar Fahmi Achmadi mendukung temuan Jamal.
"Di Meksiko pernah dilakukan riset serupa. Dari penelitian itu terbukti
bahwa anak-anak yang teracuni dengan timbal dengan angka 8 sampai 10
mikrogram kehilangan IQ sampai 8-10 poin," ujar ahli kesehatan
masyarakat Universitas Indonesia ini. Begitu pula studi yang pernah
dilakukan di Port Pirrie, Australia Selatan. Di kota itu anak-anak yang
bersekolah di tepi jalan kurang cerdas dibandingkan dengan anak-anak
yang bersekolah jauh dari jalan raya. Padahal standar gizi anak-anak
sekolah itu sama. "Secara umum, anak yang terkontaminasi timbal biasanya
kurang aktif dan kurang kritis berpikir," katanya.
Kondisi yang
lebih parah tentu bisa terjadi pada anak-anak sekolah di Jakarta, yang
tingkat polusinya relatif lebih tinggi. Di kota metropolitan ini,
sekitar 70% pencemaran udara berasal dari emisi kendaraan bermotor yang
mengandung timah hitam -36% di antaranya berasal dari sepeda motor dan
34% berasal dari mobil pribadi.
Cuma, Umar mengakui bahwa studi
semacam itu belum dan sulit dilakukan di Jakarta, sebab biang
kekurangcerdasan anak di Jakarta beragam. Selain lantaran timah hitam,
penurunan tingkat kecerdasan anak di kota metropolitan ini juga bisa
diakibatkan belum meratanya pemenuhan standar gizi.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar