Menu

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label FILM ROHANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FILM ROHANI. Tampilkan semua postingan

EVAN ALMIGHTY

Written By mangido on Rabu, 18 April 2012 | 01.42


Cukup lama meniti karir sebagai seorang pembaca berita hingga memiliki reputasi mentereng, kebahagiaan Evan Baxter semakin menjadi-jadi setelah karirnya di bidang politik terus menanjak hingga akhirnya dipercaya untuk menjadi anggota Kongres.
Namun, suasana hati Evan langsung berubah saat tahu dirinya ditunjuk oleh TUHAN untuk meneruskan misi yang semula hendak dibebankan pada rekannya Bruce Nolan. Akibatnya, ia harus meninggalkan Buffalo serta karirnya dan bersama keluarga tinggal di daerah Virginia utara.
Begitu sampai disana, kehidupan pria itu semakin kacau ketika TUHAN mendadak muncul dihadapannya dan memerintahkan Evan untuk membangun sebuah bahtera besar. Keruan saja, perubahan sikap pria itu membuat bingung keluarganya.
Pelan tapi pasti, mereka mulai meragukan kewarasan Evan dan mulai bimbang apakah sang kepala keluarga bertingkah-laku janggal karena krisis paruh baya yang dialami kebanyakan pria seusianya ataukah Evan memang ditugaskan untuk mengulang sejarah Nabi Nuh.
Kaget melihat cerita yang begitu mirip dengan Bruce Almighty yang diperankan oleh Jim Carrey? Hal itu sebenarnya tidak mengherankan, mengingat Evan Almighty memang diplot untuk meneruskan kesuksesan film yang dirilis tahun 2003 tersebut. Hal ini bisa dilihat dari tokoh TUHAN yang kembali dimainkan oleh Morgan Freeman.
Namun alih-alih menyaksikan Carrey dengan muka karetnya, kali ini penonton disuguhkan oleh akting yang tidak kalah kocak dari Steve Carell yang tokoh Evan Baxter-nya juga muncul di film pertama (sebagai peran pendukung).
Deretan bintang yang menemani aktor yang sukses lewat 40-Year Old Virgin tersebut juga tidak kalah mengkilap dengan sekuel pertamanya, sebut saja seperti Lauren Graham yang dikenal lewat Gilmore Girls dan John Goodman (The Flintstones).


silahkan download di
http://www.indowebster.com/Evan_Almighty2007part1.html
http://www.indowebster.com/Evan_Almighty2007part2.html
http://www.indowebster.com/Evan_Almighty2007part3.html

Faith Like Potatoes

Kisah Seorang Anak Tuhan di Afrika Selatan yang Mempertaruhkan Segala Sesuatu bagi Allah "Tetapi engkau belum pernah menanam kentang sebelumnya. Engkau belum mempunyai pengalaman. Engkau tidak memiliki irigasi. Musim kering terbesar di sepanjang sejarah sedang menuju ke mari. Jangan lakukan itu!" Angus Buchan, diperankan oleh Frank Rautenbach, bersukacita ketika hujan menyirami api yang menjalar di pertaniannya. Diambil dari film tahun 2006 Faith Like Potatoes yang disutradarai oleh Regardt van den Bergh dan diproduksi oleh Global Creative Studios, Afrika Selatan. Angus Buchan adalah seorang petani yang keras dan terbuka, seorang keturunan Skotlandia yang hidup di Afrika Selatan. Imannya yang lembut tapi tak mengenal kompromi telah membawanya melewati musim kering, krisis keuangan, dan tragedi keluarga. Dipanggil Allah untuk memberitakan Injil, ia telah melihat Roh Kudus bekerja melalui dirinya dalam mukjizat penyediaan, penyembuhan, dan perubahan hidup yang mengagumkan.


klik disini untuk download filmnya
subtitle indonesia disini

Facing The Giant

Written By mangido on Rabu, 04 April 2012 | 00.08

F

acing the giants kayaknya memang sengaja dibuat untuk menekankan satu hal, “gak ada yang mustahil bagi Allah”. Dengan konflik yang kompleks, Facing the giants memperlihatkan perjuangan iman orang kristen kebanyakan untuk mengalahkan raksasa-raksasa dalam hidup mereka. Cerita dimulai dengan kehidupan Grant Taylor, seorang pelatih futball sebuah highschool bernama Shiloh Christian Academy (SCA) yang melewati 6 musim pertandingan tanpa kemenangan yang berarti. Di musim pertandingan yang ketujuh, keadaan tim futball SCA bukannya membaik melainkan tambah parah. Kesialan sepertinya tetap mengikuti Grant. Pemain terbaik Grant pindah sekolah karena kecewa dengan prestasi tim, anggota tim Grant bermasalah dengan pelajaran sehingga sering tidak mengikuti latihan karena dihukum, mobil Grant sering mogok namun dia tidak punya cukup uang untuk membeli yang baru, dokter memfonis kalau Grant menderita kelainan sehingga istri Grant tidak bisa hamil padahal mereka telah 4 tahun menikah. Dan yang lebih parah lagi Grant terancam dipecat karena orang tua murid mulai tidak percaya padanya dan berusaha membujuk asisisten pelatih untuk menggantikan posisi Grant. Grant berada di titik terendah, titik dimana dia tidak bisa berbuat apa-apa, titik dimana Grant mengakui “aku mengasihi Engkau, ya Tuhan kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku” (Mazmur 18:2-4). Grant mengakui keterbatasannya, mengakui bahwa dalam dirinya ada raksasa-raksasa berupa ketakutan yang siap melindasnya, dan bahwa dia membutuhkan Yesus. Saat itulah Grant mengakui bahwa Yesuslah Tuhan dan Grant berserah total kepada Tuhan. When he can do nothing, he’s totally surrender. Kadang memang Bapa harus mengijinkan begitu banyak hal sulit terjadi agar kita mengijinkan Dia mengambil alih total hidup kita seperti dalam kasusnya Grant.

Ada banyak nilai-nilai kristen yang coba dimunculkan Alex Kendrick dalam film ini sehingga dia harus turun tangan menjadi pemeran utamanya, sebagian diantaranya:

Doa mengubahkan banyak hal:
Mr. Bridges, seorang kakek tua yang diceritakan selalu datang ke sekolah tempat Grant bekerja hanya untuk melewati lorong sekolah sambil menyentuh loker-loker dan berdoa untuk anak-anak pemilik loker tersebut. Bertahun-tahun Mr. Bridges tetap setia melewati loker dan berdoa tanpa melihat hasil doanya. Tetapi tidak ada doa yang tidak dijawab. Setelah menunggu bertahun-tahun, terjadilah pemulihan besar-besaran di SCA. Ketika kelas injil di buat di luar kelas, Matt, anak asuhan Grant yang belum percaya akhirnya menerima Kristus dan mulai mengakui dosa-dosanya dan meminta maaf dari teman-temannya, hal ini diikuti oleh anak-anak yang lain sehingga lapangan futball penuh dengan anak-anak yang saling mengaku dosa dan saling mendoakan. Kesetiaan seorang kakek tua berdoa berbuah manis. Pemulihan terjadi. Yakobus 5:16b berkata ”Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”. Inilah yang terjadi dengan doa-doa Mr. Bridges.

Iman dengan tindakan nyata mengerakkan sebuah doa
Saat Grant berusaha bangkit dari keterpurukan dan masih bertanya-tanya tentang rencana Tuhan dengan tim futballnya, Mr. Bridges datang membawakan pesan Tuhan dalam Wahyu 3: 8 “Lihatlah, aku telah membukakan pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku”. Ada pintu yang dibukakan Tuhan bagi Grant, namun sama seperti kita manusia pada umumnya, Grant masih ragu. Dia telah berdoa namun dia masih ragu karena dia tidak melihat pintu tersebut. Mr. Bridges memberikan perumpamaan indah untuk Grant: “ada dua petani yang sangat membutuhkan hujan, mereka berdua berdoa meminta hujan namun hanya satu petani yang turun keladang bersiap untuk datangnya ladang”. Jika kita berdoa meminta hujan, maka kita harus mempersiapkan diri akan datangnya hujan. Harus ada tindakan nyata yang menunjukkan bahwa kita memang mengimani kalau Tuhan akan menjawab doa kita. Grant membuktikan hal ini di saat pertandingan final. Dia dengan iman mempersiapkan diri untuk hujan ketika dia mempercayakan David, penendang yang tidak berpengalaman untuk menentukan nasib timnya.

Hidup bukan tentang kita tapi tentang Tuhan
Grant memulai tim futballnya dengan hal yang baru ketika dia mulai melihat Yesus. Dia membuat filosofi baru bagi anggota timnya. Ketika Grant bertanya apa tujuan bermain futball kepada anak didiknya, seorang dari mereka berkata bahwa tujuan bermain futbal itu untuk menang, lalu mendapat piala, mendapat beasiswa, berhasil jadi pemain pro, dan akhirnya melatih tim futball sendiri. Grant lalu membuat pernyataan iman yang luar biasa dari jawaban ini. “Memenangkan pertandingan futball adalah suatu tujuan hidup yang terlalu sepele karena setelah itu pemenang futball akan segera dilupakan. Hidup bukan tentang bagaimana kita bisa terlihat hebat dan mendapatkan kejayaan, mengumpulkan uang dan mati, hidup bukan tentang kita tapi tentang Tuhan. Kita hidup untuk mempermuliakan Tuhan dan menang dalam futball hanya salah satu cara untuk memuliakannya. Kita harus menghormati Tuhan dalam setiap kehidupan kita termasuk dalam futball”. Intinya Kendrick mengingatkan alasan kenapa kita hidup: untuk memuliakan Tuhan. Motivasi Grant kepada anak didiknya ditutup dengan kata “Jika menang kita memuji Tuhan, kalahpun tetap memuji Tuhan”. Itulah yang kemudian menjadi kata-kata inti dalam doa sebelum bertanding tim futball SCA.

Dalam kelemahan kita kekuatan Tuhan nyata
David penendang bola tim SCA yang awalnya masuk tim futball hanya karena di SCA tidak ada tim sepakbola. Awalnya David ragu masuk dalam tim futball Grant karena dia tidak percaya dengan kemampuan dirinya dan juga karena di SCA sudah ada penendang yang bagus yaitu Joshua. Namun ayah David yang lumpuh terus menguatkan David. Sekali dalam percakapan dengan ayahnya David yang masih rendah diri bertanya kepada ayahnya kalau memang Tuhan ingin melakukan perbuatan hebat melalui dirinya, mengapa dirinya diciptakan begitu kecil dan lemah. Ayahnya menjawab dengan bijak “untuk menunjukkan betapa besar kuasa-NYA”. David terus berjuang melawan rasa “ketidakmampuan” yang menjadi raksasa dalam dirinya. Beberapa kali dia berhasil, beberapa kali dia juga gagal. Di akhir cerita David dipercayakan untuk menendang bola dalam jarak yang mustahil, David berjuang dengan raksasa dalam dirinya namun akhirnya dia mampu mengalahkan rasa takutnya itu dengan suatu perkataan “God, please help me make this kick” dan dia berhasil menendang bola dalam jarak 51 yard.

Bagaimanapun sifat ayah kita, kita tetap harus menghormatinya
Matt sangat tidak akur dengan ayahnya yang menurutnya terlalu pengatur, namun Grant menasihatinya “kau tidak bertanggung jawah pada ayahmu tapi kau bertanggung jawab pada dirimu. Kau menghormati Tuhan dengan menghormati ayahmu”. Awalnya memang Matt tidak bisa menerimanya, namun ketika Matt menerima Yesus, dia meminta maaf kepada ayahnya di kantor sampai-sampai teman kantor ayahnya berkata dia rela memberikan tangan kanannya asalkan anaknya melakukan seperti yang Matt lakukan. Hubungan ayah-anak akhirnya dipulihkan, ayah Matt bahkan memberi Grant mobil mewah menggantikan mobil bututnya Grant karena perubahan dalam diri Matt. Pemulihan ini mungkin tidak akan terjadi jika Matt tidak bersikap rendah hati untuk meminta maaf.

Dalam keadaan sulitpun kita harus tetap mencintai Tuhan
Brooke Taylor, isteri Grant sangat ingin memiliki anak. Dalam setahun dia sudah empat kali bolak-balik ke klinik untuk mengecek apakah dia hamil. Di kali yang keempat dia tetap harus mendapat jawaban yang sama, negatif. Saat itulah Brooke yang hancur hati dan dengan air mata mengatakan “aku tetap akan mencintai-Mu Tuhan”. Suatu pengakuan yang sangat sulit karena harus Brooke buat ketika Tuhan belum menjawab doanya namun berakhir indah karena ternyata hasil Brooke tertukar, Brooke ternyata hamil.

Tidak ada yang mustahil dalam Tuhan
Setelah perjuangan dengan filosofi yang baru, tim Grant akhirnya masuk dalam final Kejuaraan Daerah. Tapi kali ini mereka harus menghadapi raksana baru, tim Richland Giants yang telah tiga kali berturut-turut menjadi juara. Kekuatan tim SCA yang hanya beranggotakan 32 orang sangat tidak sebanding dengan Giants yang beranggotakan 85 orang. Walaupun tim SCA berbakat namun kekuatan mereka terkuras habis dengan tim Giants yang lebih banyak dan lebih kuat dari mereka. Brock sang kapten dipaksa harus tetap bermain padahal dia sangat kelelahan karena tidak ada pengganti. Namun karena tim SCA bertanding dengan motivasi yang benar, kemenangan yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin. Mereka mengalahkan tim Giants yang melambangkan ketakutan dalam diri mereka. David sebagai penentu kemenangan sepertinya mewakili cerita Daud dan Goliat dalam alkitab. Satu kalimat Grant ketika mendapatkan kemenangan “What’s imposibble with God on your sight?”, hal yang kemudian dikatakan isterinya ketika memberitahukan kehamilannya ke Grant “would you tell me Grant Taylor, what’s impossible with God on your sight?”. Pertanyaan yang sama ditanyakan pada kita hari ini “what’s impossible with God on your sight?” (Mat 19:26).


bagi yang ingin download filmnya langsung saja klik di Part I Part II

FIREPROOF

Written By mangido on Sabtu, 31 Maret 2012 | 09.54

nieh film bagus bgtt buat yang udah merit..tapi buat yg belom juga gak dilarang nonton kok...buat pelajaran kalo suatu hari nanti merit..hehe....


Jadi ceitanya begini alkisah ada sepasang suami istri yang udah menikah cukup lama (kayanya 5 tahunan), belon dikaruniai anak. Suami (Kirk Cameron, hayo ada yang inget dia maen film apa ?) adalah seorang fireman n si istri seorang humas di rumah sakit, pasangan ini sibuk so urusan rumah jadi ga keurus, semua saling menyalahkan. Si suami mau makan, kulkas kosong, tanya sama istri kok ga ada persediaan makan. Istri balik nyalahin suami kok suami ga mau bantuin dia. Akhirnya ribut besar karna jadi merembet kemana2.

Si istri bilang dia mau cerai, karna emosi suaminya mengiyakan. Si suami diskusi sama bokapnya, n si bokap suruh dia merenung n kasih suami 1 buku tentang hal2 yang harus dilakukan 40hari kedepan.

Hari pertama kalo istri bilang sesuatu yang ga enak di hati, daripada bales ucapannya mending diem aja, Don't say anything you will regret, begitu katanya.

Hari kedua, intinya suruh kasih perhatian ke istri kaya bikinin kopi. dan begitu seterusnya.

Setiap hari yang dialami si suami penolakan n penolakan, baru hari ke-4 aja dia mau nyerah. Setiap kali dia mau nyerah dia pasti telpon bokapnya. Karna si anak taunya bokapnya itu udah ngelakuin jurnal 4o hari itu. Si suami selalu telpon bokapnya n bukan nyokapnya, karena ngerasa bokapnya itu jalanin jurnal itu buat dapetin kembali hati nyokapnya.Bapaknya bilang, itu jurnal buat 40 hari bukan 4 hari. Suami ini juga kasar sama nyokapnya karna ngerasa mungkin nyokapnya dulu kaya istrinya sekarang mau tinggalin bokapnya.

Sampe akhirnya, dia ada 1 waktu dia bener2 mau nyerah waktu malam2 dia siapin dinner buat istri, n si istri pulang bukannya seneng, tapi istri bilang "I don't love you" wadauuuuuuuu pahit banget pastinya. N besok2nya dia temuin surat dari istrinya dipikir surat apaan kanternyata permohonan cerai yang harus ditandatangan.

Suami sendiri akhirnya sadar bahwa yang dilakui di jurnal itu belon dia lakuin dgn sepenuh hati. Dia curhat sama bokapnya bagaimana bisa kita ngelakuin perbuatan kasih tapi orang selalu menolak menolak dan menolak terus, apa ada orang yang kaya gitu. Saat dia complain gitu, bokapnya lagi sendera di sebongkah salib, n nyadarlah si suami kalo Yesus pun seperti itu, bahkan malah lebih parah penolakannya, dihina, dicambuk, diludahi. Akhirnya dia mulai nerapin jurnal itu dengan hati.

Si istri sendiri di lingkungan kerjaan lagi dipdkt-in sama seorang dokter. Secara dia juga butuh someone buat cerita2, naksirlah dia sama si dokter ini.. makanya dia ga gitu tersentuh sama usaha suaminya buat mempertahankan rumah tangganya.

Si suami sendiri punya impian buat beli boat dari hasil tabungannya, n setiap kali dia liat di internet soal boat ini, selalu ada gangguan, yaitu undangan untuk berkunjung ke situs2 yang kurang senonoh. Tapi akhirnya dia bisa mengatasi godaan itu, dia bawa komputernya keluar n diancurinlah monitor n PC-nya sampe tetangganya bingung.

Si istri juga punya nyokap yang sakit, n pada suatu waktu dia mau beliin alat2 rumah sakit kaya kursi roda elektronik, ranjang dll buat nyokapnya. Si admin di RS bilang kalo seorang gentleman udah bayarin dia. Tertegunlah si istri n nyamperin dokter n bilang terima kasih sambil pegang2 tangannya...

Suatu hari suami nemuin istrinya ga kerja, tapi tiduran di kamar, so dia tanya istrinya kenapa dsb, n dgn perhatian si istri dikompres, dibeliin makanan.. Si istri akhirnya tau kalo suami lagi praktekin jurnal karna ga sengaja dia nemuin bukunya waktu dia pulang kerja. Suami bilang minta maaf buat semua kelakuannya sambil berlutut di pinggir ranjang n nangis. Tapi si istri bilang dia minta waktu karna ngerasa udah kecewa berat.

Besok2nya istri dateng lagi untuk beli sprei buat keperluan ibunya, ketemu lagi sama admin yang waktu itu.

Istri : saya mau beli sprei, cuma itu yang ga dicover sama dokter waktu dia beliin ini itu buat ibu saya (sambil mesem2)
Admin : maksudnya ? (pasangan tampang bengong)
Istri : kan dia yang beliin semua keperluan ibu saya
Admin : si dokter emang kasih uang, tapi sebagian
Istri : Hah ? maksudnya ?
Admin : Total tagihan semua USD 24.300, si dokter cuma kasih 3oo, yang laen dibayar sama suamimu (sambil ngorek2 filenya)
Istri : *langsung tutup mulut, nangis n tinggalin si admin

Langsung lah dia pulang n berdanda buat ketemu suaminya di tempat kerjanya. n mereka akhirnya rujuk lagi. waktu ditanya suda hari keberapa dia lakui tiu dia udah jalanin itu 43 hari, jadi biar udah lewat 40 hari, tapi istri belum luluh, dia tetep setia untuk berbuat kasih buat istrinya.

Ending belum selesai, ternyata jurnal itu bukan ditulis sama bokapnya tapi ditulis sama nykapnya. Bokapnya bilang bukan ibunya yang mau tinggalin, tapi bokapnya lah yang mau quit. Langsung kaget lah dia n lari nemuin ibunya, bilang sori kalo dia selama ini kasar n salah duga ke nyokapnya.

Film ditutup sama upacara pengucapan kembali janji kawin mereka.

Download filmnya di DI SINI

letters To God

Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan Tyler Doherty (Tanner Maguire). Ia hanyalah seorang bocah kecil berusia delapan tahun, sama dengan anak-anak lain seusianya. Yang membedakan Tyler dengan anak-anak lain adalah keyakinannya yang sangat kuat dan keberaniannya untuk tetap tegar menghadapi hidup meski ia didiagnosa mengidap kanker.

lihat letters to god movie trailer

lihat letters to god movie hollywood actress/actor

Tyler memang dibesarkan di lingkungan yang penuh cinta dan kasih sayang. Buat Tyler, Tuhan bukanlah sesuatu yang tak dapat dijangkau oleh manusia. Buat Tyler, Tuhan sangat dekat dan selalu mendengarkan umatnya. Tyler tak pernah berhenti berdoa. Wujud doa Tyler adalah surat-surat yang setiap hari ia tulis untuk Tuhan.

Surat-surat yang ia tujukan untuk Tuhan ini jugalah yang kemudian mempertemukan Tyler kecil dengan seorang pria bernama Brady McDaniels (Jeffrey Johnson). Brady adalah seorang tukang pos yang awalnya tak tahu harus berbuat apa dengan surat-surat yang ditulis Tyler. Setelah berkali-kali menerima surat dar Tyler, Brady yang sedang mengalami masalah dalam kehidupannya mencoba untuk mengenal lebih dekat siapa sebenarnya Tyler.(kpl/roc)

download filmnya part I part II part III part IV

Comments

twitter buttons
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mangidos
Copyright © 2011. various articles - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by mangidos
Proudly powered by Various articles