Menu

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Kata Sindiran Frontal dan Gokil

Written By mangido on Senin, 06 Agustus 2012 | 20.19

Jangan rusak kecantikan lo cuma gara2 kelakuan lo. Hahahaha


Orang2 yang nyerah itu orang yang ngerugiin dirinya sendiri.


Waktu kita diatas, hati2 aja banyak yang bermodus sok baik padahal ada maunya aja hahahaha sampah abis


Ga akan gw denger orang2 yang ngomong ngawur tentang gw.. Urus aja urusan masing-masing.


Kalo cuma 'denger' jangan dulu percaya sebelum 'ngeliatnya


Mulut lebih bahaya dari senjata, ya ati2 aja. Omongan bisa nyelakain diri sendiri ckck


Kalo ga tau ya bilang aja 'ga tau'. Jangan sok tau alias jadi orang sotoy hahahaha


Lebih banyak yang sok tau daripada yang bener2 tau.. Ngejudge ini itu padahal tau aja kaga!


Pesimis cuma bikin hidup lo ga maju


Terlalu mikirin hinaan orang cuma ngebuat lo ga berani gerak. Anggap aja motivasi buat lo bangkit!!


Gw tau temen2 lo mau temenan cuma gara2 ada maunya, selebihnya mereka males kenal orang busuk kaya lo. Inget 'cuma ada maunya' hahaha


punya mulut kok ga beda jauh sih mbak sama tong sampah? sama2 kotorrr!


Mintain duit orang, dan sok preman. Kesannya malah miskin abis lo. Hahahaha


awalnya aja manis, tapi lama-lama kerasa busuk. awalnya temen, tapi lama-lama nusuk. sampah!


munafik kok teriak munafik? aneh lo hahahaha


ngelayanin bacot orang yang ga penting cuma buang2 tenaga, waktu doang. diem aja nanti juga diem sendiri hahaha


sok suci, sok baik, sok bener.. ga yakin itu semua 100% ada di diri lo! palingan cuma 'sok-sokan' doang hahahah sampah


semakin banyak yang ngebenci lo, semakin terkenal juga diri lo! hahaha ambil hikmahnya aja, gausah diambil pusing


berbicara apa adanya aja, jangan sok di lebih-lebihin. kalo ga ke bukti mau dikemanain tuh muka lo? hahahaha


Lebih sampah temen yang pura2 ga tau waktu kita susah.


kalo ga pake ngehina berapa ya? sini gw beli mulut lo


serif;">Doyan banget ngehina orang. Lama2 gw beli juga mulut lo


mau nyari yang kaya gimana lo? katanya apa adanya? hahaha munafik lo


banyak gaya, sedangkan otak ga ada apa-apanya banget hahahah kesian lo


Ga punya urat malu apa ga tau diri? Kok pacar orang main ambil aja hahahaha


Sok iye banget, padahal loser! Hahahaha


Mau ngejago disekolah? Salah tempat lo. Sana gih ke pasar atau terminal.


Udah ketauan belangnya lo, ga usah pake acara nutupin.. Penjilat.


Punya gebetan baru aja bangga, yang punya selingkuhan aja pada diem


Kamu tau nggak apa bedanya sepak bola sama kamu? Sepak bola capenya 90 menit, sama kamu capenya seumur idup


Yang suka ngebajak BBM orang pasti belom pernah ngerasain pacarnya dibajak


Ciee yang gak diakuin sama pacarnya. Mending mamam racun.


Capek banget nyari perhatian kamu


Pagi.. Sudahkah anda sakit hati hari ini?


Itu hatinya kok dibiarin nunggu yang gak pasti gitu? Nanti masuk angin lho.


Kalo mukamu dibilang cute kayak boneka sama pacarmu, jangan mau. Inget, dakocan sama jelangkung juga boneka.


Ga pernah sekolah ya lo? Pantes mulutnya ga di jaga.. Kotorr, kaya sampah.


Jangan diem aja, berontak dong! hahahaha belajar jadi berani.


jangan pandang sebelah mata lalu menilainya. buka dulu semua mata lo baru boleh menilai


gengsi sama aja kaya munafik!


bullshit banget kalo ada yang ngomong 'aku tulus sayang kamu' pasti ada yang ga mau dia lepasin dari lo! hahahaha


ga penting2 banget buat gw ngurusin lo. sorry, gw masih banyak urusan yang lebih penting daripada ngurusin lo ! so, jangan ge'er !!


Cinta emang ga bisa di paksakan, mau bagaimana pun juga kalo di paksakan ujung2nya ga nyaman.


lo temen gue ? sorry aja yah gw ga merasa punya temen yang ga tau diri seperti elo tuh..! NOTHING !!


TEMAN = Udah di baikin malah ga tau diri, Udah egois ga sadar diri ! Udah di kasih, tapi ga Mau berTerima Kasih ! don't touch me okey !!

Sumber

5 TIPS MENGEMBANGKAN BAKAT TERPENDAM

Written By mangido on Kamis, 12 Juli 2012 | 22.40


Setiap manusia diciptakan oleh sang maha pencipta, dengan karakter dan bakat yang berbeda-beda. Biasanya, karakter dan bakat seseorang dapat dilihat saat mereka duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), atau pun saat mereka beranjak Dewasa. Adakalanya manusia harus menyadari, karakter dan bakat yang ada dalam dirinya, sebagian besar diteteskan dari karakteristik dan bakat orang tuanya, entah itu dari ibu, atau pun bapaknya. Ibarat pepatah, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.
Sketsa kehidupan telah dirancang sedemikian rupa, agar setiap manusia dapat menjalani kehidupannya masing-masing. Terkadang semua yang kita harafkan tidak sesuai dengan kenyataan dan kemampuan yang kita miliki. Karena setiap manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan segala kekurangan.
Sejak kecil aku selalu bercita-cita ingin menjadi seorang petugas kepolisian. Imajinasiku kental tentang seorang polisi, yang menurutku gagah berani  dan selalu menjadi penolong orang-orang yang lemah dan selalu menolong orang yang sangat kesusahan. Saat beranjak dewasa, cita-cita itu seakan ku tinggalkan. Mungkin Aku sadar dengan kadar kemampuan yang ku miliki, karena ternyata  untuk menjadi seorang petugas kepolisian tidak segampang yang aku kira. Intinya, segala sesuatu akan bisa kita capai/raih, apabila kita sanggup menjalankan segala konsekuensi dan mampu bertanggung jawab dari setiap apa yang kita lakukan dan perbuat dalam hidup ini.
Sebagian orang mungkin pernah berpikir, tentang bakat terpendam yang mereka miliki. Agar Anda tak salah dalam menjalani karir dengan kadar kemampuan yang Anda miliki, sebaiknya Anda mengikuti beberapa tips dibawah ini :
1.NILAI PELAJARAN
Carilah nilai pelajaran yang paling bagus atau besar saat Anda sekolah, ataupun saat Anda kuliah. Dengan ini bisa memberikan sebuah gambaran, tentang bidang apa yang lebih cocok buat Anda kerjakan atau geluti.
Contoh kecilnya, apabila nilai kesenian Anda cukup bagus dibandingkan pelajaran yang lain. Mungkin Anda bisa mengembangkan bakat Anda dalam bidang kesenian, seperti halnya menjadi seorang Seniman ataupun seorang Musisi.
2.HOBI
Hobi atau Kegemaran terhadap sesuatu, mungkin bisa menjadi sebuah peluang untuk mengembangkan bakat terpendam yang Anda miliki.
Contoh kecilnya, bagi Anda yang menyukai olahraga, mungkin Anda bisa menjadi seorang Atlit. Atau bagi Anda yang gemar makan, mungkin Anda bisa menjadi seorang koki, atau pun Anda bisa membuka sebuah Restoran.
3.FOKUS
Setiap melakukan sesuatu, kita harus fokus menjalaninya. Karena segala sesuatu tidak akan terwujud apabila kita menjalaninya setegah-setengah atau main-main.
4.PROPESIONAL
Sikap Propesional sangat dibutuhkan dalam segala bidang pekerjaan. Karena ke propesionalan menggambarkan Karakteristik dan rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh manusia itu sendiri.
5.BACA BUKU
Tentu kita sudah mengetahui fungsi buku dan manfaat yang terkandung dalam buku. Saat kita membuka dan membaca buku, berarti kita membuka lebar-lebar pintu ilmu.
Buku bagaikan jendela dunia. Dalam buku, kita bisa mendapatkan berbagai ilmu apa saja, yang mungkin belum kita dapatkan  disekolah ataupun saat Anda kuliah. Semakin banyak dan sering Anda membaca Buku, semakin banyak pula Ilmu yang akan Anda dapatkan, sebagai bekal kehidupan Anda

kisah paling sedih

Written By mangido on Sabtu, 30 Juni 2012 | 00.39

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

kali ini kamu boleh nangis sepuas na
buka laptop,kunci pintu ,siapkan tisu.dan renungkan lah..!!

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku. Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami. Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku. Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi. Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian.

Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya. “Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut. Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??” “Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu. Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah. Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas. Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat.

Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis. Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara. Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku. Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku. Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali.

Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya. Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku. Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia. Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku. Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang. Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku. Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy! Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku.

Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi. Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?” Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.” Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?” Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.” Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus. Bagaimana pendapat kamu dengan “Kisah Cinta Paling Sedih” atau cerita paling mengharukan di atas ? saya rasa kamu mulai ingusan dengan mata merah sedikit netesin air mata. Bener kan ? Tolong share ke temen-temen di facebook dong atau like nih kisah paling sedih



sumber 

Kenapa Patah Hati Rasanya Sakit

Written By mangido on Kamis, 21 Juni 2012 | 22.51


Ini pertanyaan sejuta umat nih. Baik yang galau maupun yang belum. Buat kamu yang baru putus atau baru keluar dari lubang kelam kegalauan pasti pertanyaan ini terlintas selalu “Hanjing, kenapa begini amat sih?” atau kamu kamu yang lagi menghadapi teman dan saudara yang lagi berjuang  di ruang hampa tanpa cinta dan kasih sayang. Kenapa sih? Ada apaan sih emangnya, sampe sebegitu amat rasanya kalau ditinggal kekasih dan pujaan hati? Gini nih soalnya..

Semua Terpusat Di Otak Kita.

Gak papa ya bahas sesuatu yang ilmiah dikit? Biar kamu agak pinteran dikit gitu, biar kalau ada yang tanya ‘kok elo ga move-on move on sih?’ kamu bisa jawab ‘iya nih soalnya Anterior Cingulate Cortex gue masih terus-terusan ngirim sinyal sakit, jadi gue belum bisa move on’. Saah sedap!
Ok, begini ceritanya, si ACC ini posisinya di bagian otak depan dan yang bertanggung jawab memberikan rasa sakit terhadap tubuh kamu setiap kali kamu merasa terkucilkan dalam lingkungan sosial. ACC ini juga merupakan bagian otak yang aktif kalo fisik kamu merasakan sakit, seperti dicubit. Sesimpel kalah main game aja bisa bikin si ACC ini bereaksi, apalagi ditinggal kekasih hati, ya kan. Secara fisiologis hal ini nunjukin betapa manusia sangat membutuhkan hubungan sosial. Nah, mengingat ACC ini juga merupakan bagian otak yang aktif kalo fisik kamu merasakan sakit, jadi rasa sakit yang ditimbulkan sama patah hati ini juga beneran.
Tuh yg oren-oren itu si ACC. Salahin doski yang bikin hati lo serasa diperes peres tiap kali kamu sakit hati.

Banyaknya Tahapan Yang Mesti Dilewatin.

Nah, kalo si ACC kan reaksi fisiknya, berikutnya reaksi psikisnya. Namanya Proses Grieving. Isinya antara lain ketidakstabilan emosional (emotional rollercoaster), kognitif (cara berpikir / perubahan cara pandang) dan perilaku. Tahapan yang harus kamu lewatin supaya bisa melangkah maju dari kelamnya masa lalu bersama si mantan adalah :
1. Denial/Penyangkalan
Ini adalah tahap pertama, dimana kamu masih menyangkal kejadian yang baru kamu alami. Rasanya masih gak percaya gitu, belum bisa menerima kenyataan. Jadi masih suka cubit-cubit diri sendiri gitu. Teah.
Contoh kasus :
  • Kamu masih sms/bbm selamat pagi, siang, sore, malam, udah makan belum, hati-hati di jalan, hujan nih bawa jaket ga? Dan gak pernah dibalas. Dibaca sama dia, tapi gak dibales.
  • Kamu masih merasa status status fb dan twitter yang kangen dan pujian-pujian #nomention itu ditujukan kepada kamu. Padahal sih buat tukang nasi goreng.
2. Anger/Kemarahan.
Ini adalah ketika kamu ngerasa diinjak-injak dan tiba-tiba kamu jadi kesel dan benci banget sama situasi yang menimpa kamu. Kalo ini hubungannya sama mantan, ya benci banget sama si mantan deh.
Contoh kasus :
Dimana tiba-tiba kamu mulai menyusun banyak ide balas dendam di otak kamu.
3. Bargaining/Penawaran.
Ini adalah tahap dimana kamu merasa balas dendam kamu gak ada gunanya, terus kamu mulai ganti strategi, yaitu dengan berusaha jadi lebih baik gitu. Lebih baik karena ada maunya gitu. Kurang lebih kayak DPR gitu lah.
Contoh kasus :
Merubah penampilan dan perilaku seperti yang diharapkan oleh si mantan dulu waktu masih pacaran. Dengan harapan dia bisa melihat perubahan kamu dan mau balikan lagi. Cih. Nice try, dude!
4. Depression.
Kamu mulai merasa terlalu sedih sampai udah gak bisa liat lagi apa gunanya terus beraktifitas seperti biasa. Cadangan rasa bahagia kamu karena ada orang yang sayang dan peduli sama kamu sudah habis. Kamu mulai menangis terus tidak terkendali dan lupa caranya tersenyum dan tertawa. Hiks.
Contoh kasus :
Gak doyan makan, susah tidur, gak konsen ngerjain apa-apa, maunya sendirian aja di kamar, matiin lampu, tidur menghadap tembok. Tau-tau udah 3 hari berlalu dan kamu pun sudah bau karena obat ketek yang 3 hari lalu dioleskan sudah mengering. Hii.
5. Acceptance.
Pada tahap ini, kamu sudah gak tau lagi apa yang dapat dilakukan untuk membuat perasaan jadi lebih baik. Ibaratnya mau marah juga udah gak bisa dan gak tau ke siapa lagi, mau nawar nawar juga udah gak ngerti caranya gimana, jadi kamu terima aja keadaan kayak gini. Kamu akhirnya mulai menjalani kehidupan kamu seperti biasa.
Contoh kasus :
Kamu bangun pagi, lihat matahari dan tiba-tiba aja merasa semua bisa dijalanin. Sedap.
Ah elah, patah hati emang sesuatu yang serius. Bisa mengakibatkan kematian kalau gak tertangani dengan baik. Tahapan diatas bisa berbeda-beda bagi setiap orang, rentang waktunya juga. Ada yang bisa berlama-lama di tahap anger tapi langsung loncat ke acceptance. Atau ada juga yang gak pernah sampe ke tahap acceptance tapi terus aja muter balik ke denial. Hati emang penuh misteri. Tapi paling gak dengan baca artikel ini, kamu jadi tau kan kenapa dinamakan patah hati? Karena rasa sakitnya nyata bro. Pedih. Ah. Asik. *sisiran*

Membangun Integritas

Written By mangido on Minggu, 27 Mei 2012 | 22.31

S

alah satu faktor utama yang membuat kita gagal meraih kesuksesan sejati adalah hancurnya Integritas. Padahal integritas inilah yang menjadi syarat utama dan pertama yang akan mengantarkan kita meraih kesuksesan sejati.
berikut tips yang mau saya bagi yaitu 


1. Sadarilah – Sadarilah bahwa godaan seksual tidak dapat dihindari dalam budaya yang penuh dengan obsesi seks seperti saat ini. Gambar erotis di papan reklame, film, televisi dan ribuan stimulan lainnya membom-bardir Anda setiap hari. Menjadi orang Kristen tidak membebaskan Anda dari godaan ini – seorang pria saleh sekalipun dapat menjadi mangsa godaan ini. Jadi langkah pertama untuk menjaga integritas secara seksual adalah dengan menyadari nyatanya godaan ini. Akui pada diri Anda sendiri bahwa godaan seksual merupakan sebuah masalah yang harus Anda tanggapi dengan serius. Ingatlah apa yang dikatakan oleh Yohanes: Jika kita berkata kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri.

2. Bersikap Serius – Anda harus tahu mulai saat ini bahwa dosa seksual merusak setiap orang yang jatuh di dalamnya. Yang mungkin tidak Anda ketahui adalah setiap fantasi seksual Anda yang menghibur, setiap percakapan genit yang Anda lakukan, atau setiap pandangan Anda pada wanita cantik yang disertai hasrat merupakan benih dari AIDS, perzinahan, patah hati dan hidup yang hancur. Jadi bersikaplah dengan serius – jika Anda terus menghibur nafsu Anda, sebenarnya Anda sedang menari di atas tebing. Ambillah tindakan nyata saat ini selagi bisa. “Dan apabila keinginan itu  telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:15)

3. Bersiaplah – Jika Anda benar-benar percaya bahwa gempa akan datang suatu hari nanti, Anda harus bersiap untuk itu dengan membuat rencana darurat. Jika Anda benar-benar percaya bahwa godaan seksual secara umum dapat mematikan, maka Anda membuat ‘rencana darurat’ untuk hal itu juga. Putuskan terlebih dahulu apa yang harus Anda lakukan ketika Anda tergoda: bagaimana mengalihkan perhatian Anda dari godaan, siapa yang harus Anda hubungi, bagaimana menghindari panggilan akrab dari godaan tersebut. Bahkan Rasul Paulus sendiri mengakui: “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27)

4. Tetap Terhubung – Dosa seksual tumbuh subur di dalam gelap. Jika Anda jatuh dalam salah satu dosa seksual, satu hal yang pasti: Perilaku Anda yang tersembunyi secara rahasia akan memperkuat cengkeramannya terhadap Anda. Bagaimanapun juga, mungkin Anda malu mengakui masalah Anda kepada orang lain. Namun kenyataannya adalah seperti ini: Anda tidak dapat mengatasinya seorang diri. Jika Anda memang bisa, bukankah Anda bisa melakukannya sekarang? Ambillah petunjuk dari Yakobus: “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16) Carilah teman Kristen yang dewasa dan dapat dipercaya untuk menjadi teman bicara Anda. Jadikan teman ini sebagai partner dalam pemulihan Anda, dan JANGAN PERNAH berasumsi bahwa Anda telah mencapai titik dimana Anda tidak lagi membutuhkan akuntabilitas.

5. Menjadi Radikal – Saya percaya ada sebuah ayat yang mengatakan “janganlah mempermainkan Tuhan”. Jika Anda serius mengenai integritas seksual, Anda akan menjauhkan diri tidak hanya dari dosa-dosa seksual tertentu yang sangat rentan untuk Anda lakukan (fantasi seks, pornografi, perselingkuhan, prostitusi) namun Anda JUGA akan menjauhkan diri dari orang-orang maupun hal-hal yang dapat menyeret Anda ke dosa itu. Terkadang, bahkan untuk sebuah aktivitas yang benar (seperti film-film tertentu, musik atau perkumpulan misalnya) dapat dinikmati orang lain tanpa terseret dalam dosa seksual, namun tidak demikian dengan Anda. Secara radikal bersikap jujurlah dengan gaya hidup Anda: segala sesuatu di dalamnya yang membuat Anda rentan terhadap dosa seksual haruslah Anda singkirkan. “Segala sesuatu halal bagiku,” kata Paulus, “tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.” (1 Korintus 6:12)

6. Dapatkan Bantuan – Dosa seksual seringkali merupakan gejala kebutuhan emosi yang lebih dalam dimana seseorang mencoba mencari kepuasan dengan cara yang salah. Bertobat dari dosa itu sendiri merupakan langkah pertama yang diperlukan, tetapi mengakui konflik maupun kebutuhan yang menyebabkan Anda melakukan perilaku tersebut bisa menjadi langkah berikutnya, dan biasanya membutuhkan beberapa perawatan khusus dari seorang profesional Kristen. Jangan ragu untuk mencari nasehat saleh jika Anda terjebak dalam siklus yang terus berlangsung dan Anda tidak dapat lagi mengontrolnya. Jawaban yang Anda butuhkan mungkin lebih dari hanya sekedar “berdoa dan akhiri itu!” Raja Daud (yang tidaklah asing dengan dosa seksual) menemukan pengungsian di dalam mentoring Samuel yang bijaksana (1 Samuel 19:18). Jika Anda bersedia mencari bantuan profesional untuk pajak, perawatan media atau konsultasi karir, pastikan bahwa Anda bersedia melakukan hal yang sama untuk menjaga integritas seksual Anda.

7. Dapatkan Kenyamanan – Masalah akan godaan seksual ini tidaklah pernah berakhir. Dosa seksual sudah ada sejak zaman dahulu, dan tidak diragukan akan terus menjadi wabah sampai Kristus datang. Jadi nyamanlah dengan gagasan bahwa Anda perlu mengelola hasrat seksual Anda sepanjang hidup, selalu mengingat bahwa integritas seksual Anda hanyalah bagian dari proses pengudusan yang dijalani setiap orang Kristen. “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna,” kata Paulus kepada jemaat Filipi. “Saya masih tidak menjadi saya yang seharusnya.” (Filipi 3:12-13) Jadi belajarlah untuk mencintai proses dan bukannya kesempurnaan.

8. Dapatkan Cinta – “Saya sudah mencari cinta di semua tempat yang salah,” keluh sebuah lagu lama. Dosa seksual dimana Anda selalu tertarik untuk melakukannya bisa jadi merupakan pengganti yang murah dari cinta. Anda bisa bertobat dari dosa, tapi tidak dari kebutuhan yang menghadirkan dosa itu. Jadi dapatkanlah cinta di dalam hidup Anda: pertemanan, keluarga, pasangan, sesama orang percaya. Seseorang yang benar-benar mencintai, dan tahu bahwa dirinya benar-benar dicintai, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mencari apa yang sudah ia miliki di tempat dimana ia tidak akan pernah mendapatkannya. “Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?” tanya Yesaya (Yesaya 55:2). Belajarlah untuk menjadi akrab dan otentik. Hal ini merupakan salah satu cara terbaik untuk melindungi hati Anda dan integritas Anda.

9. Dapatkan Anugerah – Bukanlah orang tanpa dosa yang berhasil bertahan sampai akhir; melainkan mereka yang belajar berdiri dan melangkah maju setelah ia terantuk. Jika perjuangan Anda sepertinya tak berujung, ingatlah akan hal ini: Ketika Anda mengkomitmenkan diri Anda pada integritas seksual, Anda sedang berkomitmen pada sebuah tujuan, bukan kesempurnaan. Anda bisa saja tersandung di sepanjang jalan – hal itu bukanlah pembenaran untuk melakukan dosa, namun merupakan sebuah pandangan yang realistis dalam kehidupan di dunia yang telah terbelenggu dosa ini. Yang menentukan keberhasilan maupun kegagalan dari seorang yang tidak sempurna ini adalah kemauannya untuk bangkit, mengakui kesalahannya, dan melanjutkan komitmennya untuk mencapai tujuan Ilahi. Ingatlah pendekatan yang dilakukan Paulus: “aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:14)

10. Miliki Sebuah Kehidupan – Apa yang menjadi gairah Anda? Apa yang menjadi panggilan Anda? Seberapa jelas tujuan Anda? Dan, apakah Anda bersenang-senang? Seseorang yang tidak memiliki kehidupan – tidak memiliki gairah, perasaan bermakna, kemampuan untuk bersenang-senang sebagaimana ia bekerja keras – adalah seorang yang memiliki kekosongan dan dapat diisi oleh dosa seksual. Hidup lebih dari sekedar menjaga diri Anda murni secara seksual, sama pentingnya dengan kekudusan. Namun hidup adalah tentang mengenal siapa diri Anda, bagaimana menempatkan prioritas dan kemana Anda sedang melangkah.
Jika Anda tidak tahu banyak tentang diri Anda sendiri, Anda harus berpikir serius untuk melakukannya. Komitmenkan diri Anda untuk mengembangkan hidup Anda sebagai pengelola yang baik dari karunia dan kesempatan Anda, dan berusahalah untuk menjaga integritas seksual Anda. Integritas seksual sendiri merupakan suatu hal yang baik namun integritas seksual demi sebuah panggilan Ilahi jauh lebih baik. Jadi dengan segala cara, berbaliklah dari dosa Anda. Namun sebagaimana Anda hidup, berbaliklah untuk memiliki kehidupan yang berorientasi pada tujuan, memiliki gairah, dan hidup yang bermakna. Itulah pertobatan dalam artinya yang paling dalam.
Sumber : marriagemissions.com

Comments

twitter buttons
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mangidos
Copyright © 2011. various articles - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by mangidos
Proudly powered by Various articles